NUR ILAHI
Di Luar Jendela
Ku Lihat Gelapnya Cuaca
Hujan Berderai Jatuh Mencurah-Curah
Kilat Berdentum Sambar Menyambar
Dinginku Rasakan Dikala Ini
Sedinginnya Air Dikali
Dingin Lagi Sungai Yg Mengalir
Sedinginnya Tubuhku Disaat Ini
Terasa Kebas Kakiku
Untuk Meneruskan Perjalanku
Terasa Beku Semangatku
Bersama Kecutnya Mindaku
Samar Pandanganku
Bingitnya Pendengaranku
Di Kamar Ini Terlantarnya Diriku
Mampukah Ku Berdiri Semula
Inginku Berbicara
Entah Dengan Siapa
Terdetik Hatiku Berkata
Semoga Terdengarlah Oleh-Nya
Ku Teruskan Jua Berkata
Agar Terpancarnya Cahaya
Tiba-Tiba Ku Buka Mata
Ada Cahaya Yang Memancar
Bahangnya Kiniku Terasa
Tergerak Kakiku Melangkah
Selimut Yang Menyelimuti Ku Campak
Kini Haluanku Telah Ku Nampak
Dengan Rahmat-Mu Tuhan
Ku Teruskan Perjalanan
Walaupun Terpaksa Bersendirian
Tak Kan Ku Gentar Pada Cabaran
Akanku Sahut Nama-Mu Tuhan
Di Akhir Perjalanan
No comments:
Post a Comment